Selasa, 26 Juni 2012

10 Komandan Militer yang Sangat Jenius

1. Cyrus the Great – Cyrus yang Agung
Cyrus yang Agung adalah pendiri Kekaisaran Persia Achaemenid, La Median, Lydian dan Neo-empayar Babilon. Kerajaannya tersebar sampai di tiga benua. Tidak seperti kebanyakan dinasti lainnya, kerajaannya cukup bertahan lama karena ia mewarisi infrastruktur politik yang kuat. Dia dianggap oleh banyak orang sama dengan Alexander Agung.

2. Alexander the Great
Alexander Agung menaklukkan banyak wilayah yang dikenal didunia pada usia 30. Dia melumatkan Kekaisaran Persia, mengalahkan tentara Darius III pada pertempuran Issus, dan mempengaruhi penyebaran budaya Helenistik di seluruh kerajaan itu. Alexander mengajari pertama kali penggunaan formasi ruas untuk tentara-tentaranya.

3. Julius Caesar
Julius Caeser mengambil kendali mutlak dari Kerajaan Romawi beserta tentaranya. Dia mengalahkan optimates yang dipimpin oleh Pompey dalam Perang Saudara, dan mengalahkan di Gauls dari Alecia selama Perang Gallics, dipimpin oleh Vercingetorix yang bersatu dengan Roma. Dia akhirnya dibunuh oleh Brutus.

4. Napoleon Bonaparte
Napoleon adalah jendral Revolusi Perancis. Dia akhirnya mengambil kendali mutlak dari Republik Perancis sebagai Kaisar Perancis. Dia menjadi Raja Italia, Mediator dari Konfederasi Swiss dan Pelindung Konfederasi di Rhine. Dia mereformasi pemerintah dan ekonomi pulau Elba ketika dia diasingkan di sana.

5. Hannibal Barca
Hannibal menginvasi Kekaisaran Romawi melalui Alps. He defeated the Romans in a series of battles at Trebia, Trasimene and Cannae. Dia menaklukan Roma dalam serangkaian peperangan di Trebia, Trasimene dan Cannae. Tanpa kehilangan seorang pun prajurit medan perang Roma, dia dipertahankan oleh tentara Carthaginian di Italia selama lebih dari satu dekade setelah Perang Punic Kedua. Ia dianggap salah satu yang terbesar dalam strategi militer, bahkan musuh Roma mengadopsi beberapa taktik untuk mereka sendiri.

6. Ghengis Khan
Ghengis Khan adalah pendiri Kekaisaran Mongolia; terbesar dalam sejarah kerajaan disekitarnya. Kekaisaran Mongolia yang diduduki menjadi menjadi pusat Asia. Ini dicapai melalui penyatuan banyak suku melalui konfederasi di timur laut Asia dan sebagian besar wilayah di Cina dan seluruh Asia. Kekaisaran Mongolia memasukkan Eurasia termasuk yang paling besar dan bagian dari Eropa Timur, Asia Tengah dan Timur Tengah. Ghengis Khan waged successful campaigns against the Western Xia and Jin dynastys as well as the Khwarezmid Empire through excellent military intelligence and tactics. Ghengis Khan berhasil menaklukan dinasti Xia di barat dan dinasti Jin serta Kekaisaran Khwarezmidbaik melalui taktik militer dan intelijen.

7. Adolf Hitler
Pemimpin Hitler Nazi Jerman dan Axis Powers ini menduduki sebagian besar benua Eropa dan beberapa wilayah benua Asia dan Afrika. Dia menaklukkan Prancis ketika dikalahkan selama memegang Amerika Serikat, Inggris dan Rusia pada Perang Dunia II. Tentara-tentaranya mendapatkan banyak kemenangan melalui sebuah rencana militernya yang tangguh; serangan kilat. Hitler akhirnya hilang dalam perang dan berkomitmen untuk bunuh diri.

8. William the Conqueror
William the Conqueror (penakluk) yang memimpin invasi Norman dari Inggris yang terakhir kali dimana Inggris berhasil menaklukkan kekuatan asing. Tentaranya dikalahkan tentara Inggris di pertempuran Hastings dimana sebelumnya ia melakukan perjalanan long March ke London. Perlawanan Inggris sia-sia karena ia mengambil kendali Inggris dan mulai memerintah. Dia membuat banyak perubahan penting pada budaya tradisional Anglo-Saxon Inggris dan membawa ke dalam keberadaan budaya Anglo-Norman.

9. Attila the Hun
Attila the Hun adalah pemimpin Kekaisaran Hunnic yang memperbaharui budaya Asia Tengah ke Jerman modern. Dia adalah salah satu yang paling ditakuti musuh Barat dan kekaisaran Roman Timur. Attila terkenal dengan kekejamannya. Dia menginvasi Balkan melalui selat Gaul dan Perancis.

10. Georgy Zhukov
Georgy Zhukov memimpin Tentara Merah di Uni Soviet dan menyatukan seluruh Eropa Timur untuk membasmi Berlin selama Perang Dunia II. Dia adalah salah satu pahlawan dalam sejarah yang menyatukan Rusia dan Uni Soviet. Setelah jatuhnya Jerman, Zhukov menjadi komandan pertama dari zona pendudukan Uni Soviet di Jerman.

AUDITING

adalah suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Suatu proses sistematis merupakan serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan terorganisir. SPAP merupakan pedoman professional berkaitan dengan proses audit di Indonesia.

Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksaan tersebut tanpa memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas) yang membuat asersi tersebut.

Asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi merupakan representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. Asersi ini merupakan subjek pokok auditing. Asersi ini merupakan penyajian dan pengelolaan informasi yang dilakukan oleh manajemen, tentang informasi keuangan, pengendalian intern, dan surat pemberitahuan pajak.

Derajat kesesuaian menunjuk pada kedekatan di mana asersi dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan criteria yang telah ditetapkan. Ekspresi kesesuaian ini dapat berbentuk kuantitas, seperti jumlah kekurangan dana kas kecil, atau dapat juga berbentuk kualitatif, seperti kewajaran (atau keabsahan) laporan keuangan.

Kriteria yang telah ditetapkan adalah standar-standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau pernyataan. Kriteria dapat berupa peraturan-peraturan spesifik yang dibuat oleh badan legislative, anggaran atau ukuran kinerja lainnya yang ditetapkan oleh manajemen, PABU.

Penyampaian hasil diperoleh melalui laporan tertulis yang menunjukkan derajat kesesuaian antara asersi dan criteria yang yang telah ditetapkan. Penyampaian hasil ini dapat meningkatkan atau menurunkan derajat kepercayaan pemakai informasi keuangan atas asersi yang dibuat oleh pihak yang diaudit.

Pihak-pihak yang berkepentingan adalah mereka yang menggunakan (atau mengandalkan) temuan-temuan auditor. Dalam lingkungan bisnis, mereka adalah para pemegang saham, manajemen, kreditor, kantor pemerintah, dan masyarakat luas.

Perbedaan antara audit dan pencatatan akuntansi :

Pencatatan akuntansi menurut tujuannya

Tujuan akhir akuntansi adalah komunikasi data yang relevan & andal sehingga dapat berguna bagi pengambil keputusan. Dengan demikian, akuntansi adalah suatu proses yang kreatif. Para pegawai entitas terlibat dalam proses akuntansi ini, sedangkan tanggung jawab akhir untuk laporan keuangan terletak pada manajemen entitas.

Dilihat dari proses pencatatan akuntansi

Pencatatan akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat mempengaruhi entitas. Setelah diidentifikasi, maka bukti transaksi ini diukur, dicata, dikelompokkan, serta dibuat ikhtisar dalam catatan-catatan akuntnsi. Hasil proses ini adalah penyusunan dan distribusi laporan keuangan yang sesuai dengan PABU (GAAP).

Audit menurut tujuannya
Tujuan utama audit laporan keuangan bukan untuk menciptakan informasi baru, melainkan untuk menambah keandalan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen. Audit laporan keuangan ini merupakan tanggung jawab auditor.

Dilihat dari proses audit

Proses audit keuangan yang khas terdiri dari upaya memahami bisnis dan industry klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan manajemen, sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada kenyataannya laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keuangan entitas, hasil operasi, serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAAP (PABU). Auditor bertanggung jawab untuk mematuhi standar auditing yang berlaku umum-SABU (GAAS) dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti, serta dalam menerbitkan laporan yang memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam bentuk pendapat atau opini atas laporan keuangan. Jadi audit berpedoman selain pada PABU juga berpedoman pada SABU (GAAS).

Secara lebih singkatnya pencatatan akuntansi merupakan rekaman dari data historis keuangan ekonomi suatu entitas dalam bentuk laporan keuangan berdasarkan PABU sedangkan Audit merupakan proses sistematis untuk menelusuri dari laporan keuangan suatu entitas sampai kepada bukti transaksi atas kejadian ekonomi entitas untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang telah dibuat oleh manajemen berdasarkan SABU bahwa laporan keuangan tersebut telah disajikan sesuai PABU.

 http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/08/auditing.html

Konsep Biaya (Cost)

Biaya (cost) adalah pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk memperoleh manfaat
Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.

Traceability of Cost to Cost Object menghasilkan:
  • Direct Cost (Biaya langsung)
  • Indirect Cost (Biaya tidak langsung)

KLASIFIKASI BIAYA
Biaya Pabrikasi/Manufacturing Cost diklasifikasikan dalam:
  • Bahan Langsung (Direct Material).
  • Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor).
  • Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) yaitu biaya selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.
Biaya Non-pabrikasi/Commercial Expenses diklasifikasikan dalam:
  • Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
  • Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan
Prime Cost (Biaya Utama) adalah jumlah bahan langsung dan tenaga kerja langsung
Conversion Cost (Biaya Konversi) adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik

Volume Produksi diklasifikasikan dalam:
  • Biaya Variabel yaitu biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume kegiatan.
  • Biaya Tetap yaitu biaya yang tidak berubah karena perubahan volume kegiatan dalam rentang yang relevan
  • Biaya Campuran yaitu biaya yang mempunyai komponen variable dan tetap
Departemen diklasifikasikan dalam:
  • Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
  • Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.

Periode Akuntansi diklasifikasikan dalam:
  • Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
  • Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.

Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan, dan Evaluasi diklasifikasikan dalam:
  • Differential /Marginal/Incremental Cost yaitu perubahan biaya sebagai akibat pemilihan alternatif tindakan tertentu.
  • Opportunity Cost (Biaya kesempatan) yaitu pendapatan/manfaat yang hilang apabila alternatif tertentu dipilih
  • Sunk Cost yaitu biaya yang telah dikeluarkan dan ternyata tidak relevan dengan keputusan
  • Avoidable dan Unavoidable Cost
  • Controllable/Uncontrollable Cost

 http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/08/biaya-cost.html